ARTIKEL
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM KOORDINASI Kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi dapat disebabkan oleh...
-
A. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem reproduksi dapat disebabkan oleh banyak h...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM IMUNITAS A. KELAINAN PADA SISTEM IMUNITAS MANUSIA Kelainan dan penyakit ...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM EKSKRESI Ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa (ekskrit) metabolisme yang t...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM PENCERNAAN A. KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Kelainan dan...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM RESPIRASI Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru se...
-
HAEMODIALISA 1. PENGERTIAN HAEMODIALISA Haemodialisa adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Haemodi...
Blog Archive
Senin, 12 Mei 2014
KELAINAN,
TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT
PADA SISTEM
EKSKRESI
Ekskresi adalah
pengeluaran zat-zat sisa (ekskrit) metabolisme yang tidak berguna lagi bagi
tubuh. Ekskresi merupakan sisa metabolisme yang pernah beredar di seluruh
tubuh. Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem ekskresi dapat
disebabkan oleh banyak hal. Misalnya virus, bakteri, jamur dan efek samping
obat atau pola makan yang tidak sehat.
I.
BEBERAPA
PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT:
A.
Gangguan
pada Paru-paru
Pneumonia adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang
bertanggungjawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi
“inflame” dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat disebabkan oleh beberapa
penyebab, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur,
atau parasit.
2. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang
tumbuh di paru-paru. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel
di dalam paru-paru, tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari
kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru. Kanker paru-paru
merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.
3. Bronkitis
Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus
(saluran udara ke paru-paru). Penyakit
ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi
pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau
penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.
4. Asbestosis
Asbestosis adalah suatu penyakit saluran
pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, pada paru-paru terbentuk
jaringan parut yang luas. Menghirup serat asbes dapat menyebabkan terbentuknya
jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk
fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya
5. Asma atau sesak nafas
Asma yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan
saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut,
bulu, debu atau tekanan psikologis.
6. Emphysema
Emphysema
adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi
udara.
B.
Gangguan
pada Ginjal
1. Nefritis
Nefritis adalah penyakit pada sistem ekskresi yang
ditandai dengan peradangan ginjal, khususnya nefron. Proses peradangan biasanya
berasal dari glomerulus, kemudian menyebar ke jaringan sekitarnya. Penyakit ini
harus segera ditangani dokter. Gangguannya berupa radang ginjal yang dapat
menimbulkan kerusakan jaringan ginjal.
2. Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang
ditandai dengan urine penderita mengandung albumin. Albumin merupakan protein
yang bermanfaat bagi manusia karena berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak
terlalu banyak keluar dari darah. Penyakit ini rnenyebabkan terlalu banyak
albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang bersama urine. Penyakit ini
antara lain disebabkan oleh kekurangan protein, penyakit ginjal, dan penyakit
hati.
3. Nefrolitiasis (batu ginjal)
Nefrolitiasi adalah penyakit pada sistem ekskresi yang
ditandai dengan adanya batu pada ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih.
Batu ginjal pada umumnya mengandung garam kalsium (zat kapur) antara lain
kalsium oksalat, kalsium fosfat, atau campurannya. Batu ginjal terbentuk karena
konsentrasi unsur-unsur tersebut dalam urine tinggi yang dipercepat dengan
infeksi dan penyumbatan pada ureter. Penyakit ini diobati dengan cara
mengeluarkan batu ginjal. Apabila batu ginjal masih berukuran kecil, dapat
dihancurkan dengan obat-obatan. Apabila batu ginjal sudah berukuran besar,
harus dikeluarkan dengan tindakan operasi. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi,
batu ginjal dapat dihancurkan dengan gelombang suara yang berintensitas tinggi
tanpa perlu tindakan operasi.
4. Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah ketidakmampuan ginjal menjalankan
fungsinya. Akibatnya zat-zat yang seharusnya dapat dikeluarkan rnelalui ginjal
menjadi tertumpuk di dalam darah. Salah satu contohnya adalah timbulnya uremia,
yaitu peningkatan kadar urea di dalam darah. Kadar urea darah yang tinggi dapat
menimbulkan keracunan dan mengakibatkan kematian. Gagal ginjal antara lain
disebabkan oleh nefritis. Penyakit ini dapat diatasi dengan dua alternatif.
Pertama melakukan dialisis ginjal (cuci darah) yang diIakukan secara rutin.
Kedua dengan transplantasi (cangkok) ginjal dari donor. Cangkok ginjal dapat
dilakukan jika ada kecocokan antara organ donor dan jaringan penderita sehingga
tidak terjadi penolakan.
5. Diabetes Melitus (kencing manis)
Diabetes melitus adalah penyakit pada sistem ekskresi
yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal karena kekurangean
hormon insulin. Kelebihan glukosa darah akan dikeluarkan bersama urine.
Diabetes melitus pada anak diatasi dengan penyuntikan insulin secara rutin.
Diabetes melitus pada orang dewasa dapat diatasi dengan mengatur diet, olahlaga
dan pemberian obat-obatan penurun kadar glukosa darah.
6. Diabetes insipidus
Diabetes insipidus merupakan penyakit kekurangan
hormon vasopresin atau hormon antidiuretik (ADH) yang mengakibatkan hilangnya
kemampuan mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine
berlimpah mencapai 20 liter.
7. Hemanturia
Hemanturia adalah urin yang mengandung darah karena
adanya kerusakan pada glomerulus.
8. Uremia
Uremia adalah tertimbunnya urea dalam darah sehingga
mengakibatkan keracunan. Keadaan dimana urin terbawa ke aliran darah. Hal ini disebabkan karena
adanya kebocoran pada saluran di nefron.
9. Poliuria
Poliuria merupakan kondisi dimana urin
yang diproduksi berlebihan. Hal ini terjadi karena adanya gangguan proses
reabsorpsi di tubulus proksinal.
10. Oligouria
Oligouria adalah suatu keadaan dimana
produksi urin menurun atau urin tidak diproduksi (anuria). Hal ini terjadi
karena adanya kerusakan pada ginjal.
C.
Gangguan
pada Kulit
1. Jerawat
Jerawat adalah kondisi
abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland)
yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.
Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan sehingga
terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan pembentukan komedo (whiteheads)
dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads)
muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri jerawat.
2. Simptom
Simptom adalah sejenis penyakit yang disebabkan tungau,
disebut scabies, termasuk penyakit kulit yang sangat menular lewat kontak dengan kulit
atau tidur di ranjang yang sama atau menggunakan handuk yang sama dengan orang
yang terinfeksi. Ruam merah gatal pada kulit adalah reaksi alergi terhadap tungau.
3. Eksim
Eksim adalah istilah kedokteran untuk
kelainan kulit yang mana kulit tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa
terjadi dimana saja namun yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki.
Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik atau dermatitis
atopik. Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak anak terutama saat mereka
berumur diatas 2 tahun
4. Biang Keringat
Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat
tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat terbuang secara sempurna.
Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan timbulnya bintik-bintik
kemerahan yang disertai gatal. Daki, debu, dan kosmetik juga dapat menyebabkan
biang keringat. Biasanya anggota badan yang terserang biang keringat yaitu
daki, leher, punggung, dan dada.
5. Kanker Kulit
Dari semua jenis kanker, kanker kulit adalah jenis
kanker yang paling sering dijumpai. Paparan terhadap sinar matahari yang
berlebihan dapat memicu timbulnya kanker kulit. Penyakit ini lebih sering
menyerang orang dengan kulit berwarna terang yang lebih sensitif terhadap sinar
matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya atau
membatasi lamanya kulit terpapar sinar matahari.
6. Ringworm
Penyebab ringworm dapat menginfeksi kuku dan kulit
kepala. Ciri dari infeksi jamur ini adalah membentuk bekas melinkar di kulit.
Penyakit ini dapat dikurangi dengan menggunakan obat jamur. Karena disebabkan
oleh jamur, cara yang paling tepat untuk mencegah penyakit ini dengan menjaga
kebersihan diri dan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak lembab.
7. Gangren
Gangren adalah kelainan pada kulit yang disebabkan
oleh matinya sel-sel jaringan tubuh. Ini disebabkan oleh suplai darah yang
buruk di bagian tertentu salah satunya akibat penekanan pada pembuluh darah
tertentu(seperti balutan yang terlalu ketat).
8. Scabies atau kudis
Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit karena
tungau(Sarcoptes scabies).
9. Pruvitus kutanea
Pruvitus
kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala timbul rasa gatal yang dipicu
oleh iritasi saraf sensorik perifer.
10. Biduran,
Udara dingin bisa menyebabkan kulit kita
menjadi gatal dan timbul bengkak-bengkak dengan bentuk yang tidak teratur. Biduran dapat berlangsung beberapa jam hingga
beberapa hari dan tidak meninggalkan bekas. Alergi terhadap bahan kimia,
makanan, atau obat-obatan dapat pula menyebabkan biduran.
11. Psoriasis
Psoriasis mengalami gejala seperti kulit
kemerahan dan bersisik yang dapat terjadi pada kulit kepala, sikut, lutut, atau
punggung. Gejala ini sering berulang dan hingga saat ini psoriasis belum dapat
disembuhkan secara total.
D.
Gangguan
pada Hati
1. Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati yang umumnya disebabkan
oleh virus. Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin hepatitis, menjaga
kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan penderita hepatitis,
dan tidak menggunakan jarum suntik untuk pemakaian lebih baik satu kali.
Penderita hepatitis mengalami perubahan warna kulit dan putih mata menjadi
berwarna kuning. Urine penderita pun berwarna kuning, bahkan kecokelatan
seperti teh. Hepatitis
suatu penyakit dimana hati mengalami peradangan yang disebabkan karena infeksi
virus. Jenis hepatitis ada tiga macam, yaitu hepatitis A, B, C.
2. Sirosis Hati
Sirosis hati adalah kelainan pada hati yang ditandai
dengan timbulnya jaringan parut dan kerusakan sel-sel normal hati. Sirosis hati
sering terjadi pada peminum alkohol, keracunan obat-obatan, infeksi bakteri,
serta komplikasi hepatitis. Karena hati merupakan organ yang mempunyai banyak
fungsi vital, sirosis hati akan menimbulkan beberapa akibat, antara lain
gangguan kesadaran, koma, dan bahkan kematian. Pengobatan sirosis hati
ditujukan pada penyebab utamanya, pemulihan fungsi hati sampai transplantasi
hati.
3. Wilson
Penyakit wilson merupakan penyakit keturunan dengan
kadar zat tembaga dalam tubuh yang berlebihan sehingga mengakibatkan gangguan
fungsi hati.
II.
TEKNOLOGI
YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM EKSKRESI
Ada beberapa
teknologi yang berhubungan dengan sisitem ekskresi. Teknologi itu antara lain:
1. Test Pack Hepatitis
Selama ini orang hanya tahu untuk
mendeteksi penyakit hepatitis melalui tes darah di laboratorium yang harganya
sangat mahal. Karenanya banyak orang yang tidak pernah melakukan pemeriksaan.
Diharapkan dengan adanya alat tes hepatitis yang cepat dan murah, seseorang
bisa mendapatkan perawatan lebih awal.
2. Radio Terapi
Radioterapi adalah sebuah teknik terapi
bagi para penderita kanker. Radioterapi telah mengalami teknik radiasi yang
berkembang dari sejak pertama kali diperkenalkan sampai saat ini. Kegunaan
radioterapi adalah sebagai berikut:
a.
Mengobati
Banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan radioterapi, baik dengan atau
tanpa dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti pembedahan dan kemoterapi.
b.
Mengontrol
Jika tidak memungkinkan lagi adanya
penyembuhan, radioterapi berguna untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan
membuat sel kanker menjadi lebih kecil dan berhenti menyebar.
c.
Mengurangi gejala
Selain untuk mengontrol kanker, radioterapi dapat mengurangi gejala yang
biasa timbul pada penderita kanker seperti rasa nyeri dan juga membuat hidup
penderita lebih nyaman.
3. Hemodialisis
Hemodialisis adalah salah satu pengobatan
gagal ginjal, bila jiwa telah terancam oleh gagal ginjal. Tujuan untuk mengambil atau mengeluarkan cairan yang
berlebihan dan sisa metabolisme yang biasanya dikeluarkan oleh ginjal. Prinsipnya adalah darah pasien dialirkan melalui pipa
dengan dinding membran semi permeabel → ginjal artifisial → transfer
toksin dan cairan: air, molekul kecil menembus dinding, molekul besar (protein)
tidak.
4. Scanning
Laser Hair Removal System
Laser hair removal bekerja dengan
mengirimkan sinar laser ke folikel rambut dengan energi yang cukup untuk
menghancurkan akar, tanpa mempengaruhi daerah sekitarnya. Bekerja pada kulit
kepala yang bermasalah. Dapat digunakan dengan mudah, nyaman dan tanpa rasa
sakit. Alat ini memperlakukan rambut yang tidak diinginkan dalam privasi rumah
Anda sendiri dan pada waktu yang sesuai dengan Anda.
III. GAYA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT PADA
SISTEM EKSKRESI
1. Olahraga
Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Olah raga
yang teratur (tidak terlalu berat) akan lebih berdampak positif bagi tubuh
dibandingkan dengan olah raga berat namun tidak teratur. Misalnya Anda bisa
melakukan jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu.
2. Berhenti
Merokok
Dilihat dari sudah pandang manapun merokok akan selalu
merugikan tubuh Anda. Karena rokok dengan kandungan nikotinnya dalam proses
jangka waktu lama akan merusak organ-organ penting tubuh, baik paru-paru,
kulit, jantung maupun ginjal.
3. Kurangi
Makanan Berlemak
Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolesterol
dalam darah meningkat.
4. Berat Badan
Perhatikan berat badan sehingga kita dapat terhindar
dari obesitas.
5. Konsumsi Air
Putih
Mengonsumsi air putih yang cukup, menghidari konsumsi
jamu atau herbal yang tidak jelas, menghidari konsumsi obat-obatan secara sembarangan
(tanpa resep dokter) merupakan hal sederhana yang bisa Kita lakukan untuk
mengurangi potensi munculnya penyakit ekskresi terutama ginjal.
6. General
Checkup
Gagal ginjal dapat dicegah melalui pemeriksaan
kesehatan (medical checkup) secara rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah.
Memeriksakan gangguan ginjal seperti kencing batu, prostat dapat mecegah
munculnya gagal ginjal.
REFERENSI :
Label:
MATERI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar