ARTIKEL
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM KOORDINASI Kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi dapat disebabkan oleh...
-
A. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem reproduksi dapat disebabkan oleh banyak h...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM IMUNITAS A. KELAINAN PADA SISTEM IMUNITAS MANUSIA Kelainan dan penyakit ...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM EKSKRESI Ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa (ekskrit) metabolisme yang t...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM PENCERNAAN A. KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Kelainan dan...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM RESPIRASI Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru se...
-
HAEMODIALISA 1. PENGERTIAN HAEMODIALISA Haemodialisa adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Haemodi...
Blog Archive
Jumat, 06 Februari 2015
A. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
Kelainan dan
penyakit yang menyerang sistem reproduksi dapat disebabkan oleh banyak hal.
Misalnya virus, bakteri, jamur. Beberapa kelainan pada sistem reproduksi antara
lain sebagai berikut:
1.
Sindrom Premenstrual
Sindrom
Premenstrual adalah keadaan dimana terjadi gangguan emosi, lesu, sakit kepala,
bengkak pada tungkai, rasa pedih, dan nyeri payudara yang terjadi beberapa hari
sebelum menstruasi. Penyebabnya diduga adalah kadar estrogen tinggi,
progesterone rendah, gangguan metabolisme karbohidrat, kadar prolaktin tinggi,
dan gangguan psikis.
2.
Impotensi
Impotensi adalah
ketidakmampuan mempertahankan ereksi penis. Impotensi dapat disebabkan oleh
berbagai faktor, antara lain gangguan produksi hormon testosterone, kelainan
psikis, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alcohol, obat-obatan, dan
gangguan sistem saraf.
3.
Amenore
Penyakit ini mengacu pada suatu kondisi di mana seorang individu gagal
untuk menstruasi. Ada dua jenis amenorrhea amenore primer dan sekunder. Amenore
primer adalah keterlambatan siklus menstruasi abnormal, sedangkan amenore
sekunder terjadi pada wanita yang belum mencapai usia premenopause.
4.
Oligomenore
Oligomenore adalah kondisi yang ditandai oleh
celah yang berkepanjangan antara dua menstruasi. Biasanya seorang wanita
menstruasi setiap 25-30 hari, meskipun dalam oligomenore, perempuan hanya
mengalami menstruasi selama 4 sampai 9 kali dalam setahun. Kondisi ini
disebabkan karena kekurangan estrogen dan dapat mengakibatkan kemandulan.
5.
Gonorea
Gonorea
merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra,
serviks, rectum, sendi, tulang, faring, dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh
bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Gonorea yang ditularkan dari ibu ke anaknya saat kelahiran dapat menyebabkan
kebutaan. Bakteri Neisseria mudah bermutasi sehingga resisten terhadap
antibiotic. Oleh karena itu, penyakit ini harus segera ditangani. Gejalanya
rasa sakit saat buang air kecil dan kelurnya nanah berwarna kuning kehijauan
dari uretra.
6.
Endometriosis
Kelainan ini
terjadi ketika endometrium yang biasanya di garis rahim tumbuh di tempat lain.
Serbuan yang paling umum adalah tuba falopi, jaringan lapisan panggul wanita
dan ovarium. Masalah terjadi karena darah biasanya melewati selama menstruasi
yang terperangkap dari lapisan pengungsi, dan mengiritasi jaringan sekitarnya.
7.
Prostatis
Prostatis
adalah peradangan pada prostat yang sering disertai dengan peradangan uretra.
Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menyumbat uretra sehingga timbul rasa
nyeri dan sulit buang air kecil.
8.
Sindrom Ovarium polikistik
Sindroma ovarium polikistik (PCOS) mengacu pada kondisi ovarium wanita.
Penyakit ini, menyebabkan ovarium membesar dan ditutupi oleh sejumlah kista
kecil. Jenis penyakit ini adalah gangguan hormonal yang umum pada wanita usia
reproduksi. Hal ini ditandai dengan periode menstruasi yang abnormal dan pertumbuhan
rambut yang berlebihan. Jika tidak terdiagnosa pada tahap awal dapat
mengakibatkan komplikasi jangka panjang dan berisiko.
9.
Erosi serviks
Erosi serviks adalah kondisi di mana borok
terbentuk di daerah leher rahim. Hal ini ditandai dengan bintik-bintik merah
dan pink cerah, sekitar pembukaan serviks. Selama awal penyakit, potongan
lendir dibuang oleh tubuh. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai
tingkat tindakan perbaikan.
10. Cervicitis
Cervicitis adalah peradangan serviks uterus. Kelenjar lendir banyak
terbentuk di wilayah ini yang menjaga vagina dilumasi. Meskipun demikian, ini
menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mikroba dan bakteri
lainnya. Dengan demikian, infeksi pada vagina dapat ditularkan ke servik uterus
yang pada akhirnya menyebabkan peradangan leher rahim.
11. Sifilis
Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema palladium. Infeksi terjadi
pada organ kelamin bagian luar. Sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dan
tersier yang sulit diamati. Sifilis sekunder menular sedangkan yang tersier
tidak menular. Akan tetapi sifilis tersier menimbulkan dapat menimbulkan
kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, hati.
12. Vulvovaginitis
Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina yang sering
menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih
kehijauan dari vagina. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Gardnertella vaginalis. Dapat pula
disebabkan oleh protozoa, misalnya Trichomonas
vaginalis atau oleh jamur Candida
albicans.
13. Demam Panas
Karena Baru Melahirkan
Demam panas karena baru melahirkan dikenal
sebagai demam nifas seperti itu terjadi dalam waktu 10 hari melahirkan atau
keguguran. Plasenta baku menjadi sangat rentan terhadap luka dan infeksi
setelah pemisahan. Hal ini ditandai dengan demam yang sangat tinggi, dan
memerlukan perhatian medis.
14. AIDS (Acquired
Immune Deficiency Syndrome)
Acquired berarti
diperoleh, Immune Deficiency berarti
kekebalan yang rapuh, Syndrome
berarti kumpulan gejala yang timbul bersamaan. Jadi, AIDS mempunyai arti
menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah
sekali terserang penyakit yang berbahaya.
15. Kanker payudara
Kanker
Payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling
umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara,
walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang
paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan
kemoterapi maupun radiasi.
16. Hipertropik Prostat
Hipertropik
Prostat adalah pembesaran prostat yang terjadi pada pria berusia 50 tahun.
Penyakit ini diduga berhubungan dengan penuaan dan proses perubahan hormone.
Gejalanya adalah rasa ingin kencing terus menerus. Dapat diobati dengan
operasi.
17. Infertilitas
Infertilitas adalah ketidakmampuan
menghasilkan keturunan atau mandul. Infertilitas ini bisa disebabkan pria atau
wanita.
18. Kanker Serviks (kanker leher rahim)
Kanker Serviks (kanker leher rahim) banyak dialami
wanita berusia 40-55 tahun. Kanker serviks di duga erat denagn infeksi Virus
Herpes Simpleks tipe dua dan human papilloma virus. Pengobatannya dengan
operasi, sinar radioaktif dan obat.
19. NGU (Non-Gonococal urethritis)
NGU (Non-Gonococal Urethritis) merupakan peradangan
pada uretra dan serviks yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan
Ureaplasma urealyticum.
20. Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan
oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron.
Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda
kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.
21.
Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua
testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal
tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin
untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.
22.
Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa
gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering
menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma
urealyticum atau virus herpes.
23.
Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada
saluran reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli
dan Chlamydia.
24.
Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan
oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan
infertilitas.
25.
Anorkidisme
Anorkidisme adalah penyakit dimana testis hanya bejumlah
satu atau tidak ada sama sekali.
26.
Hernia inguinalis
Hernia merupakan
protusi/penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding
rongga yang bersangkutan.
27.
Kanker prostat
Gejala kanker prostat mirip dengan
hyperthropic prostat. Menimbulkan banyak kematian pada pria usia lanjut.
28.
Kanker testis
Kanker testis adalah
pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa
menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum
(kantung zakar).
29.
Kanker vagina
Kanker vagina tidak diketahui
penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya
disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah
laser.
30.
Kanker ovarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang
tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran
pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat
dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.
31.
Kanker rahim
Kanker rahim (uterus) atau yang
sebenarnya adalah kanker jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi
di endometrium, tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia
60-70 tahun.
32.
Fibroadenoma
Yaitu tumor yang bersifat jinak.
Gejalanya berupa benjolan kenyal pada payudara. Pengobatannya dengan operasi.
33.
Infeksi vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa
keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia
produktif. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami
terkena infeksi, jamur atau bakteri.
34.
Condyloma
Yaitu tumbuhnya bejolan keras
berbungkul seperti bunga kol atau jengger ayam atau dikenal sebagai kutil
kelamin. Kutil kelamin atau condyloma merupakan penyakit menular seksual yang
disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), atau virus yang menyebabkan
keganasan pada jaringan. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung secara
seksual dengan penderita HPV lainnya. Penyakit ini ditemukan di seputar alat
kelamin bagian luar, di dalam liang vagina, di sekitar anus, hingga mulut
rahim. Jika sampai menginfeksi leher rahim, dapat menyebabkan kanker mulut
rahim atau kanker serviks. Kutil kelamin dapat diobati dengan obat oles,
suntik, maupun tindakan operasi. Untuk tindakan operatif dapat dilakukan dengan
menggunakan alat kotter (pemotong) oleh tenaga medis. Pengobatan bisa dilakukan dengan
obat topikal (oles).
35.
Bartolinitis
Yaitu infeksi pada kelenjar bartolin.
Bartolinitis dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita.
Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa
berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang
memerah. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang
terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Penyakit ini disebabkan oleh
Chlamydia, Gonorrhea, dsb. Bartolinitis dapat menyumbat mulut kelenjar tempat
diproduksinya cairan pelumas vagina. Akibat penyumbatan ini, lama kelamaan
cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi
cairan). Untuk mengatasinya, pemberian antibiotik untuk mengurangi
radang dan pembengkakan. Jika terus berlanjut, dokter akan melakukan tindakan
operatif untuk mengangkat kelenjar yang membengkak.
36.
Candidiasis / keputihan
Yaitu munculnya gumpalan seperti
endapan susu berwarna putih. Disebabkan karena infeksi jamur Candida
albicans. Keputihan ini dapat muncul akibat ketidakseimbangan hormonal yang
disebabkan oleh kegemukan, pasca menstruasi, kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi
hormonal, pengunaan obat-obatan steroid, kondisi organ intim yang terlalu
lembap, dan lainnya. Juga bisa merupakan akibat dari gula darah yang tidak
terkontrol. Penanganan untuk candidiasis cukup dengan menjaga kebersihan dan
kelembapan organ intim wanita. Peggunaan sabun khusus pembersih vagina dan
menjaga agar di bagian intim tak terlalu lembap bisa dilakukan. Namun, jika
memang tak tertahankan dan menimbulkan gatal yang amat sangat, dapat diberikan
obat antijamur misalnya triazol atau imidazol.
37.
Kista ovarium
Kista ovarium merupakan
suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan
yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan
terluar dari ovarium.
38.
Hamil
Anggur (Mola Hidalidosa)
Hamil anggur merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi
janin, tetapi berisi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur
dapat menyebabkan kesakitan atau kematian karena pendarahan, tembusnya dinding
rahim oleh proses mola dan infeksi.
B. TEKNOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM
REPRODUKSI
Ada beberapa teknologi yang berhubungan dengan sisitem reproduksi.
Teknologi itu antara lain:
1.
Intracytoplasmic Sperm Injection
Intracytoplasmic
Sperm Injection merupakan terapan teknologi
dengan metode dan prosedur yang lebih canggih. Satu sel sperma disuntikkan
langsung ke sebuah sel telur. Metode tersebut lebih efektif pada seorang
laki-laki yang mempunyai beberapa masalah kesuburan.
2.
Inseminasi Buatan
Inseminasi Buatan merupakan terapan teknologi yang dilakukan dengan cara memasukkan sperma
ke dalam vagina oleh seorang ahli kesehatan. Sperma biasanya berasal dari
pasangannya (suami). Inseminasi buatan dilakukan terhadap perempuan yang
suaminya mempunyai jumlah sperma yang sedikit. Sebuah variasi dari inseminasi
buatan adalah penggunaan obat-obatan yang dapat merangsang ovari. Selanjutnya,
sperma donor ditempatkan di dalam uterus, dekat vagina.
3.
Bayi Tabung
Bayi Tabung merupakan terapan teknologi biasa dilakukan terhadap
perempuan (istri) yang sel telurnya tidak dapat turun ke dalam oviduk. Hal
tersebut kemungkinan disebabkan oleh infeksi atau kelainan bawaan sehingga
saluran tersebut tersumbat. Pada bayi tabung, proses pembuahan terjadi di luar
kandungan, yaitu di dalam cawan laboratorium. Telur yang belum matang diambil
dari ovarium dengan suatu alat, kemudian dimatangkan dalam cawan dengan obat
penyubur. Selanjutnya, sel telur yang sudah matang direaksikan dengan sperma.
Setelah dua sampai empat hari, embrio siap diimplantasi ke rahim.
4.
Pengontrolan Kehamilan
Pengontrolan kehamilan merupakan suatu terapan teknologi untuk mengontrol kehamilan. Pengontrolan
kehamilan dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat kontrasepsi (alat
pencegah kehamilan). Untuk mencegah kehamilan, meski tidak 100% tingkat
keberhasilannya, beberapa ibu menggunakan obat-obatan pencegah kehamilan.
Reaksi obat tersebut meliputi rintangan mekanis terhadap lintasan sperma.
Beberapa jenis spermisida dalam bentuk busa, jeli, atau tablet merupakan bahan
kimia yang dapat mematikan sperma.
5. Tubektomi
Tubektomi adalah
prosedur bedah sukarelauntuk menghentikan fertilitas (kesuburan)seseorang
perempuan.Saluran tuba dijepit lalu diangkat sepertiloop. Dilakukan pengikatan.
Lalu loopnya dipotong. kalau sudah sembuh maka tubanyaakan terlihat seperti
gambar terakhir.Prosedur ini tidak menjamin 100% efektif,karena dengan
keajaiban Tuhan, ternyatatuba yang sudah terpisah tersebut dapatmenyatu kembali
dengan proses yang nambernama rekanalisasi. Angka kegagalan kira-kira 1 permil.
6. Vasektomi
Vasektomi adalah
istilah dalam ilmu bedah yang terbentukdari dua kata yaitu vas dan ektomi.
Vas atau vasadeferensia artinya adalah saluran benih yaitu saluran
yangmenyalurkan sel benih jantan (spermatozoa) keluar daribuah zakar (testis)
yaitu tempat sel benih itu diproduksimenuju kantung mani
(vesikulaseminalis) sebagai tempatpenampungan sel benih jantan sebelum
dipancarkan keluarpada saat puncak sanggama (ejakulasi). Ektomi atauektomia
artinya pemotongan sebagian. Jadi vasektomiartinya adalah pemotongan sebagian
(0.5 cm – 1 cm) saluranbenih sehingga terdapat jarak diantara ujung saluran
benihbagian sisi testis dan saluran benih bagian sisi lainya yangmasih tersisa
dan pada masing-masing kedua ujung saluranyang tersisa tersebut dilakukan
pengikatan sehingga saluran menjadi buntu/tersumbat.
7. IUD
Alat ini
terbuat dari plastik dantembaga yang berbentuk T (olehkarenanya disebut Cuper T
), alatini dengan suatu prosedursederhana dimasukkan kedalamrahimAlat ini
berfungsi untuk mencegahbersemainya sel telur yang telahdibuahi di dalam Rahim.
Alat inicukup Efektif dengan kemampuansampai 97 - 98 %
dalammencegah kehamilan.
8. Kondom
Kondom
terbuat dari bahan karet yangtipis dan elastis. Bentuknya sepertikantong.Fungsi
kondom sebenarnya untukmenampung sperma sehingga tidakmasuk ke dalam vagina. Perlindungantersebut
efektif 90 persen. Terlebihjika dipakai bersama denganspermisida (pembunuh
sperma).
9. Diafragma
Kontrasepsi
wanita yang mirip kondom.Bentuknya seperti topi yang menutupi mulutrahim.
Terbuat dari bahan karet dan agaktebal. Kontrasepsi ini dimasukkan ke
dalamvagina, semacam sekat yang dapat mencegahmasuknya sperma ke dalam rahim.
10.
Suntikan
Kontrasepsi
suntikan mengandung hormonsintetik. Penyuntikan ini dilakukan 2-3 kalidalam
sebulan. Suntikan setiap 3 bulan(Depoprovera), setiap 10 minggu (Norigest),dan
setiap bulan (Cyclofem).Salah satu keuntungan suntikan adalah tidakmengganggu
produksi ASI. Pemakaian hormonini juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darahhaid
yang keluar.
11. Tablet kontrasepsi
Tablet
Konstrasepsi mengandung hormonsintetik yang berfungsi untuk mencegahpengeluaran
sel telur dari indung telur danmengentalkan cairan leher Rahim. Sehinggamenghambat
sperma untuk masuk lebih jauhke dalam Rahim. Pil Kontrasepsi inidipasaran
tersedia dalam berbagai jenis /merek dengan berbagai macam komposisikadar
hormonnya. Pada umumnya pil initerdiri dari 28 pil yang terdiri dari 21
pilyang berisi hormon dan 7 pil yang tidak berisihormon. Efektifitas pil ini
dapat mencapai 98- 99 persen ,pil ini dinyatakan aman selamapemakaian
dibawah pengawasan dokter
C. GAYA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT PADA
SISTEM REPRODUKSI
Banyak yang
dapat kita lakukan untuk hidup secara sehat supaya dapat terhindar dari
berbagai macam penyakit pada sistem koordinasi. Gaya hidup sehat yang dapat
kita lakukan diantaranya:
1.
Kebersihan Pakaian Dalam
Seharusnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali
untuk menjaga kebersihan. Selain itu, pilihlah bahan celana dalam yang dapat
mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel di alat kelamin.
Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain bahkan itu
keluarga sendiri, karena setiap orang memiliki kondisi kelamin yang berbeda.
2.
Menghindari Menggunakan Celana Dalam dan Celana Jeans
yang Ketat
Memakai celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah
selangkangan dapat menyebabkan kulit susah untuk bernafas dan akhirnya dapat
menyebabkan daerah tersebut berkeringat, lembab, mudah terkena jamur dan
teriritasi. Pemakaian celana ketat itu bagi pria dapat membuat peredaran darah
yang tidak lancar dan membuat penis serta testis dalam keadaan panas. Panas
yang berlebihan oleh suhu, keringat dan pakaian yang terlalu ketat, dapat
menurunkan kualitas sperma.
3.
Pemakaian Pantyliner
Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan digunakan setiap hari, sebaiknya
Pantyliner hanya digunakan ketika keputihan. Akan lebih baik jika membawa
celana dalam pengganti dari pada menggunakan pantyliner tiap hari.
4.
Membersihkan Alat Kelamin Setelah Buang Air Kecil atau
Besar
Usahakan untuk selalu membersihkan bagian luar alat kelamin dengan air dan
sabun. Untuk wanita, siramlah dengan air dengan arah depan ke belakang dan
bukan sebaliknya. Hal ini untuk mencegah masuknya kuman dari dubur ke vagina.
Untuk pria, cukup hanya membersihkan dengan air bersih.
5.
Pemeriksaan Rutin
Usahakan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin pada alat kelamin sangat
diperlukan. Bagi pria pemeriksaan testis (buah zakar) dapat dilakukan sendiri,
dengan cara:
·
Kenali ukuran, bentuk, serta berat masing-masing
testis.
·
Dengan menggunakan kedua belah tangan, raba
masing-masing testis.
· Waspadai jika ada benjolan kecil di bawah kulit, di
bagian depan atau sepanjang testis. Jika ada benjolan atau pembengkakan, segera
periksakan diri ke dokter.
· Jika terdapat sesuatu yang tidak seperti biasanya dan
tidak terasa nyaman segera konsulultasikan kepada dokter.
· Jika ada perubahan warna, kadang disertai bau yang
kurang sedap dan gatal-gatal pada alat kelamin, segeralah berkonsultasi ke
dokter.
6.
Mengganti Pembalut Secara Teratur
Bagi para wanita yang sedang menstruasi atau haid untuk supaya tidak malas
mengganti pembalut karena ketika menstruasi kuman-kuman mudah untuk masuk dan
pembalut yang telah ada gumpalan darah merupakan tempat berkembangnya jamur dan
bakteri. Usahakan untuk mengganti setiap 4 jam sekali, 2-3 kali sehari atau
sudah merasa tidak nyaman. Jangan lupa, bersihkan vagina sebelum mengganti pembalut.
7.
Merawat rambut yang Tumbuh di Sekitar Alat Kelamin
Perawatan bulu disarankan untuk dirapikan saja dengan memendekkan, dengan
gunting atau dicukur. Namun sebelumnya menggunakan busa sabun terlebih dahulu
dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut, dan sudah dibersihkan dengan
sabun dan air panas. Rambut-rambut tersebut berfungsi untuk kesehatan alat
kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang melawan
bakteri jahat serta menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina.
Sehingga perlu rajin menjaganya agar tidak menjadi sarang kutu dan jamur.
REFRENSI :
·
Suwarno. 2009. BSE.
Jakarta: PT Sunda kelapa pustaka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar