ARTIKEL
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM KOORDINASI Kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi dapat disebabkan oleh...
-
A. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem reproduksi dapat disebabkan oleh banyak h...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM IMUNITAS A. KELAINAN PADA SISTEM IMUNITAS MANUSIA Kelainan dan penyakit ...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM EKSKRESI Ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa (ekskrit) metabolisme yang t...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM PENCERNAAN A. KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Kelainan dan...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM RESPIRASI Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru se...
-
HAEMODIALISA 1. PENGERTIAN HAEMODIALISA Haemodialisa adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Haemodi...
Blog Archive
Senin, 12 Mei 2014
KELAINAN,
TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT
PADA SISTEM
RESPIRASI
Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan
paru-paru sebagai tempat perrtukaraan udara pernafasan. Pernafasan merupakan
proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengubah sumber
energi menjadi energi dan membuang CO2 sebagai sisa metabolisme.
Saluran udara pernafasan tersusun atas : lubang
hidung, rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkeolus. Lubang
hidung sampai bronchiolus disebut pars konduktoria karena fungsinya sebagai
saluran udara respirasi.
I. KELAINAN PADA SISTEM RESPIRASI
Alat-alat
pernapasan merupakan organ tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu
karena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat
menyebabkan kematian.
Berikut akan
diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan
manusia :
1.
Influenza
(flu)
Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh
virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat,
bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
2.
Asma
Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit
penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu,
debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
3.
Tuberkulosis
(TBC)
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit paru-paru yang
diakibatkan serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan
terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus.
Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru
mengecil. Akibatnya napas penderit terengah-engah. Penyakit paru-paru yang
diakibatkan oleh serangan bakteri Mycobacterium tuberculosa. Difusi oksigen
akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding
alveolus. Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium
tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem
saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB),
sistem genitourinary, tulang dan sendi.
4.
Asfikasi
Asfikasi adalah gangguan pernapasan pada waktu
pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh: tenggelam (akibat
alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan
cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim
pernapasan).
5.
Difteri
Difteri adalah penyumbatanpada rongga faring atau
laring oloeh lendir yang dihasilkan kuman difteri.
6.
Pneumonia
Pneumonia
adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus
yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
7.
Kanker
Paru-paru
Kanker paru-paru mempengaruhi pertukaran gas di
paru-paru. Kanker paru-paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru
sangat berhubungan dengan aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga
dapat menderita kanker paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan
kanker paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk
petroleum, dan kromium. Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang
tidak terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah
karsinogen lingkungan, terutama asap rokok.
Menurut World
Health Organization (WHO), kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam
kelompok kanker baik pada pria maupun wanita. Sebagian besar kanker paru-paru
berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga
berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.
a. Jenis kanker
paru-paru
Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
1)
Karsinoma sel skuamosa
2)
Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
3)
Karsinoma sel besar
4)
Adenokarsinoma
Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam
paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali
menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
1). Adenoma (bisa ganas atau jinak)
2). Hamartoma kondromatous (jinak)
3). Sarkoma (ganas)
1). Adenoma (bisa ganas atau jinak)
2). Hamartoma kondromatous (jinak)
3). Sarkoma (ganas)
Limfoma
merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru
atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari
tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara,
usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar,
tulang dan kulit. Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus
kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok
yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.
Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok. Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga. Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok. Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga. Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
b. Gejala
kanker paru
Gejala paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
1). Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
2). Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
3). Napas sesak dan pendek-pendek.
4). Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
5). Kelelahan kronis
6). Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
7). Suara serak/parau.
8). Pembengkakan di wajah atau leher.
Gejala pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasusk-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Gejala paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
1). Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
2). Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
3). Napas sesak dan pendek-pendek.
4). Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
5). Kelelahan kronis
6). Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
7). Suara serak/parau.
8). Pembengkakan di wajah atau leher.
Gejala pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasusk-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
8.
Pengaruh
Rokok Terhadap Kesehatan
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan
fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru. Akibat perubahan anatomi
saluran pernapasan tersebut, pada perokok akan timbul perubahan fungsi
paru-paru. Merokok juga merupakan penyebab timbulnya penyakit obstruksi paru
menahun, termasuk emfisema (pembengkakan paru-paru), bronkitis kronis. Dan
asma.
Merokok menjadi pemicu utama penyebab penyakit kanker paru-paru. Hubungan tersebut telah diteliti dan akhirnya secara tegas memang bahwa rokok sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Dibandingkan dengan bukan seorang perokok, kemungkinan timbulnya kenker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lipat.
Merokok menjadi pemicu utama penyebab penyakit kanker paru-paru. Hubungan tersebut telah diteliti dan akhirnya secara tegas memang bahwa rokok sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Dibandingkan dengan bukan seorang perokok, kemungkinan timbulnya kenker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lipat.
9.
Pnemonia
a.
Pengertian
Pnemonia
Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai
jaringan paru-paru (alveoli). Terjadinya pnemonia pada anak seringkali
bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia).
b.
Gejala
Pnemonia
Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas
sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi
pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai
kurang dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 tahun
sampai kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah usia 2 bulan, tidak dikenal
diagnosis pnemonia.
Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pnemonia sangat berat, dengan gejala batuk, kesukaran bernapas disertai gejala sianosis sentral dan tidak dapat minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam.
Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pnemonia sangat berat, dengan gejala batuk, kesukaran bernapas disertai gejala sianosis sentral dan tidak dapat minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam.
10.
Wajah
adenoid
Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya
penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip,
pembengkakan di tekak atau amandel.
11.
Emfisema
Emfisema adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh
darahnya kemasukan udara.
12.
Asidosis
Asidosis adalah kenaikan adalah kenaikan kadar asam
karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.Kenaikan
kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.
13.
Peradangan pada sistem pernapasan
a.
Rinitis
Rinitis
radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza.
Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca,
serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.
b.
Faringitis
Faringitis radang pada faring akibat infeksi oleh
bakteri Streptococcus. Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita
hendaknya istirahat dan diberi antibiotik.
c.
Laringitis
Laringitis (radang pada laring). Penderita serak atau
kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak
merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.
d.
Bronkitis
Radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi.
Penderita mengalami demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang
tenggorokan.
e.
Sinusitis
Radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan
dan kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus
dibuang melalui operasi.
II.
TEKNOLOGI /
CARA MENGATASI GANGGUAN PADA SISTEM PERNAPASAN
1.
Teknologi
pada Tuberkulosis (TBC)
Aroma mengkudu memang tak sedap sehingga banyak orang
menjauhinya. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mematikan itu juga
menghindar. Mungkin bukan karena aroma itu, tetapi lantaran si noni menyimpan
senjata andalan bernama antrakuinon dan akubin. Kedua senyawa itu bersifat
antibakteri sehingga makhluk liliput penyebab penyakit tuberkulosis pun
bertekuk lutut. Dalam pengobatan, mengkudu Morinda citrifolia dipadukan dengan
rimpang jahe Zingiber officinalis. Duet buah dan rimpang itu tokcer mengatasi
serangan bakteri yang pertama kali ditemukan pada 24 Maret 1882 itu. Ampuhnya
obat itu dibuktikan secara klinis.
2. Teknologi pada kanker paru-paru
Kanker paru-paru, Beberapa prosedur yang dapat
memudahkan diagnosa kanker paru antara lain adalah foto X-Ray, CT Scan Toraks,
Biopsi Jarum Halus, Bronkoskopi, dan USG Abdomen. Pengobatan kanker paru dapat
dilakukan dengan cara-cara seperti
a.
Pembedahan dengan membuang satu bagain dari paru –
kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar
getah bening yang terkena kanker.
b.
Radioterapi atau radiasi dengan sinar-X berintensitas
tinggi untuk membunuh sel kanker.
c.
Kemoterapi
d.
Meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang
bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita.
3. Emfisema, Ekspectoran dan Mucolitik, merupakan
usaha untuk mengeluarkan dan mengurangi mukus merupakan yang utama dan penting
pada pengelolaan emfisema paru. Ekspectoran dan mucolitik yang biasa dipakai
adalah bromheksin dan karboksi metil sistein diberikan pada keadaan
eksaserbasi. Asetil sistein selain bersifat mukolitik juga mempunyai efek anti
oksidans yang melindungi saluran aspas dari kerusakan yang disebabkan oleh
oksidans
4.
Teknologi
pada Influenza (flu), cara yang cukup efektif untuk mencegah serangan flu.
Yakni dengan vaksin influenza. Sayangnya, kurangnya sosialisasi dari pemerintah
dan edukasi dari petugas medis menyebabkan vaksin itu kurang dikenal secara
luas oleh masyarakat.
5. Teknologi pada Pneumonia, Pengobatan
awal biasanya adalah antibiotik, yang cukup manjur mengatasi penumonia oleh
bakteri, mikoplasma dan beberapa kasus rickettsia.
Untuk pneumonia
oleh virus sampai saat ini belum ada panduan khusus, meski beberapa obat
antivirus telah digunakan. Kebanyakan pasien juga bisa diobati dirumah.
Biasanya dokter yang menangani peneumonia akan memilihkan obat sesuai
pertimbangan masing-masing, setelah suhu pasien kembali normal, dokter akan
menginstruksikan pengobatan lanjutan untuk mencegah kekambuhan. Soalnya,
seranganberikutnya bisa lebih berat dibanding yang pertama. Selain antibiotika,
pasien juga akan mendapat pengobatan tambahan berupa pengaturan pola makan dan
oksigen untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah.
Semua
peralatan yang digunakan sebaiknya sekali pakai dan ruangan dibersihkan dengan
menggunakan desinfektans yang mengandung antibakteri, antivirus dan antijamur.
Pasien sebaiknya dijaga tidak banyak bergerak. Pasien maupun para petugas
kesehatan yang menangani dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun
untuk menghindari penyebaran. Karena antibiotika berspekturm luas tidak
menunjukkan efektifitas menangani SARS, WHO lebih menganjurkan untuk
memanfaatkan suntikan intravena ribavirin dan steroid untuk menstabilkan kondisi
pasien yang sudah kritis.
REFERENSI :
Label:
MATERI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar