ARTIKEL

Jumat, 06 Februari 2015

KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM IMUNITAS
A.      KELAINAN PADA SISTEM IMUNITAS MANUSIA
Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem imunitas dapat disebabkan oleh banyak hal. Misalnya virus, bakteri, jamur. Beberapa kelainan pada sistem imunitas antara lain sebagai berikut:
1.         Autoimunitas
Respon imun terlalu aktif menyebabkan disfungsi imun yang disebut autoimunitas. Sistem imun gagal untuk memusnahkan dengan tepat antara diri sendiri dan bukan diri sendiri, dan menyerang bagian dari tubuh. Dibawah keadaan sekitar yang normal, banyak sel T dan antibodi bereaksi dengan peptid sendiri. Satu fungsi sel (terletak di thymus dan sumsum tulang) adalah untuk memunculkan limfosit muda dengan antigen sendiri yang diproduksi pada tubuh dan untuk membunuh sel tersebut yang dianggap antigen sendiri, mencegah autoimunitas.
2.         Hipersensitivitas
Hipersensitivitas adalah respon imun yang berlebihan yang dapat merusak jaringan tubuh sendiri. Mereka terbagi menjadi empat kelas (tipe I – IV) berdasarkan mekanisme yang ikut serta dan lama waktu reaksi hipersensitif. Tipe I hipersensitivitas sebagai reaksi segera atau anafilaksis sering berhubungan dengan alergi. Gejala dapat bervariasi dari ketidaknyamanan sampai kematian. Hipersensitivitas tipe I ditengahi oleh IgE yang dikeluarkan dari mastosit dan basofil. Hipersensitivitas tipe II muncul ketika antibodi melilit pada antigen sel pasien, menandai mereka untuk penghancuran. Hal ini juga disebut hipersensitivitas sitotoksik, dan ditengahi oleh antibodi IgG dan IgM. Kompleks imun (kesatuan antigen, protein komplemen dan antibodi IgG dan IgM) ada pada berbagai jaringan yang menjalankan reaksi hipersensitivitas tipe III. Hipersensitivitas tipe IV (juga diketahui sebagai selular) biasanya membutuhkan waktu antara dua dan tiga hari untuk berkembang. Reaksi tipe IV ikut serta dalam berbagai autoimun dan penyakit infeksi, tetapi juga dalam ikut serta dalam contact dermatitis. Reaksi tersebut ditengahi oleh sel T, monosit dan makrofaga.
3.         Penolakan Transplantasi
System kekebalan mengenali dan menyerang apapun yang secara normal berbeda dari unsur yang ada di dalam tubuh seseorang, bahkan unsur yang hanya sedikit berbeda, seperti organ dan jaringan yang dicangkokkan. Penolakan transplantasi dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu penolakan hiperakut, akut, dan kronis.
4.         AIDS
Suatu penyebab infeksi yang menurunkan kekebalan secara fatal adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus tersebut menyebabkan kasus AIDS dengan menginfeksi dan secara cepat menghancurkan sel-sel T penolong. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah suatu sindrom menurunnya system kekebalan tubuh. AIDS termasuk penyakit menular seksual (PMS).
5.         Myasthenia Gravis
Myasthenia gravis, yaitu antibodi menyerang otot lurik. Hal ini menyebabkan degradasi otot, dan berkurangnya kemampuan otot untuk menangkap asetilkolin, zat yang dilepaskan oleh saraf yang memicu kontraksi otot. Contohnya jika terjadi pada mata, pandangan atau posisi mata menjadi tidak simetri.
6.         Lupus Erythematosus
Lupus erythematosus, yaitu antibodi menyerang sel-sel tubuh yang lain (secara umum) sebagai sel asing. Penyakit ini sangat sulit dikenali karena gejalanya sangat umum. Ketika kondisi lingkungan berubah dan kondisi tubuh melemah, maka serangan antibodi meningkat.
7.         Addison’s Disiase
Addison’s disease, yaitu antibodi menyerang kelenjar adrenalin. Pertama kali ditemukan seorang dokter Inggris bernama Thomas Addison, tahun 1855. Penyakit ini bisa disebabkan karena infeksi pada kelenjar adrenalin. Namun ditemukan juga sebab yang lain, yaitu antibodi menyerang sel-sel yang menghasilkan hormon adrenalin. Akibat yang ditimbulkan di antaranya mudah merasa lelah, kehilangan berat badan, tekanan, darah rendah, kadar gula darah yang rendah, rasa perasaan tertekan, dan peningkatan pigmentasi kulit.
8.         Multiple Sclerosis
Multiple sclerosis, yaitu antibodi menyerang jaringan saraf di otak dan tulang belakang. Bagian saraf yang diserang adalah seludang mielin, yang melapisi sel saraf dan berperan dalam menghantarkan informasi. Kerusakan mielin ini menyebabkan berbagai gejala, dari mulai gangguan penglihatan, stres, pusing, dan lain-lain.
9.         Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus, yaitu type I (Insulin-dependent Diabetes Mellitus). Antibodi menyerang sel-sel beta di dalam pankreas yang memproduksi hormon insulin. Akibatnya, kadar gula darah tinggi. Gejala yang timbul sangat mirip dengan kasus diabetes Belum diketahui cara atau obat yang dapat menyembuhkan kelainankelainan tersebut. Hingga saat ini pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi kadar gamma globulin dalam darah. Gamma globulin adalah bagian dari darah yang mengandung antibodi.

B.       TEKNOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM IMUNITAS
Ada beberapa teknologi yang berhubungan dengan sisitem imunitas . Teknologi itu antara lain:
1.         Vaksin
Kekebalan buatan adalah suatu bentuk kekebalan tubuh yang sengaja dibuat atau ditumbuhkan melalui pemberian vaksin. Vaksin adalah bibit penyakit (kuman/antigen) yang telah dilemahkan. Proses pemberian vaksin dalam tubuh disebut vaksinasi. Contohnya jika menginginkan tubuh memproduksi antibodi tetanus, maka seseorang disuntik bakteri tetanus yang telah dilemahkan. Vaksin tetanus yang masuk tersebut akan dianggap tubuh sebagai antigen sehingga tubuh akan memproduksi antibodi. Akibatnya tubuh menjadi kebal terhadap tetanus jika suatu saat penyakit tersebut menyerang. Kekebalan yang dibuat oleh tubuh dengan pemberian vaksin ini dinamakan kekebalan buatan dan termasuk kekebalan aktifkarena tubuh membentuk antibodi sendiri.
2.      Serum
Serum adalah plasma darah yang telah mengandung antibodi untuk melawan antigen tertentu. Pembuatan serum dilakukan dengan menyuntik kuda atau kelinci dengan vaksin tertentu. Setelah tubuh kelinci atau kuda membentuk antibodi, kemudian plasma darah yang mengandung antibodi diisolasi. Umumnya pemberian serum dilakukan untuk pengobatan dan bukan pencegahan. Misalnya seseorang yang digigit ular berbisa ditolong dengan menyuntikkan serum anti bisa ular. Pemberian serum seperti ini disebut dengan kekebalan pasif karena tubuh tidak membentuk antibodi sendiri.
 
C.      GAYA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT PADA SISTEM IMUNITAS
Banyak yang dapat kita lakukan untuk hidup secara sehat supaya dapat terhindar dari berbagai macam penyakit pada sistem imunitas . Gaya hidup sehat yang dapat kita lakukan diantaranya:
1.         Minum jus sayuran
Seseorang dapat kehilangan nafsu makannya ketika sedang sakit, sehingga dirinya memerlukan pendongkrak nafsu makan agar tubuh kembali mendapatkan nutrisi penting dari makanan. Minum jus sayuran dapat meningkatkan nafsu makan dan mempromosikan penyerapan nutrisi makanan dengan lebih sempurna.
Tubuh yang telah mendapatkan asupan nutrisi, dapat membangun kembali sistem imun yang rusak karena sakit. Sehingga Anda akan cepat pulih dari sakit dan sistem imunitas tubuh dapat kembali memberikan perlindungan terhadap serangan virus dan bakteri penyakit.
2.         Diet makanan sehat
Anda perlu mengonsumsi makanan yang lebih sehat selama masa penyembuhan dari sakit, seperti memperbanyak makan sayuran organik, tidak makan makanan olahan, dan menghindari gula atau pemanis buatan.
Sistem imun yang masih lemah, belum mampu menangkis efek buruk dari makanan olahan dan makanan manis. Sehingga memperbaiki diet dapat membantu memulihkan kembali sistem imunitas tubuh.
3.         Menambah asupan magnesium
Sekitar lebih dari 300 fungsi metabolisme tubuh memerlukan magnesium agar dapat bekerja dengan baik. Tetapi sebagian besar orang kekurangan magnesium, hingga sistem imun mendapatkan beban yang lebih besar dalam menjaga metabolisme tubuh dari serangan penyakit.
Oleh karena itu, Anda perlu menambah asupan magnesium melalui diet makanan seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Magnesium ini juga terlibat dalam kemampuan tubuh menyerap vitamin C dan D yang sangat penting.
4.         Probiotik
Meskipun banyak suplemen probiotik yang baik untuk Anda, beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk tidak terus-menerus bergantung pada probiotik. Probiotik harus digunakan selama atau setelah masa penggunaan antibiotik saja.
Para ahli memperkirakan bahwa bakteri probiotik terlibat hingga 60 sampai 80 persen dari total sistem kekebalan tubuh. Anda juga dapat mengonsumsi probiotik dalam jumlah yang normal sehari-hari untuk membantu kelancaran pencernaan.
5.         Bawang putih
Cobalah untuk makan bawang putih mentah yang dicampur dengan madu atau menambahkannya ke dalam makanan. Bawang putih telah dikenal selama berabad-abad sebagai antibiotik alami yang mampu memulihkan kembali sistem kekebalan tubuh Anda.
6.         Menjaga kesehatan hati
Hati adalah organ tubuh yang paling penting untuk detoksifikasi atau menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Jaga kesehatan hati dengan menghindari obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen Tylenol dan menghindari konsumsi alkohol dan pemanis buatan.
7.      Membersihkan kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening harus dibersihkan dari tumpukan racun agar kondisi kesehatan Anda segera pulih kembali. Cara yang tepat untuk membersihkan kelenjar getah bening adalah dengan memompa racun keluar dari kelenjar getah bening, yang dapat dilakukan dengan cara berolahraga seperti berjalan, berlari, atau loncat-loncat ringan. 

REFRENSI


1 komentar:

Slamet Purwanto mengatakan...

Salah satu merk produk komersial yang membantu perbaikan sistem imun adalah Stimuno untuk balita/anak dan forte untuk dewasa. Sebagai imunomudulator, stimuno memiliki Kontraindikasi, yakni stimuno jangan (tidak boleh) diminum oleh wanita hamil, ibu menyusui, pasien dengan hipersensitivitas terhadap tanaman meniran (Phyllanthus niruri) dan pasien yang menderita penyakit autoimun.