ARTIKEL
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM KOORDINASI Kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi dapat disebabkan oleh...
-
A. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem reproduksi dapat disebabkan oleh banyak h...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM IMUNITAS A. KELAINAN PADA SISTEM IMUNITAS MANUSIA Kelainan dan penyakit ...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM EKSKRESI Ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa (ekskrit) metabolisme yang t...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM PENCERNAAN A. KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Kelainan dan...
-
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM RESPIRASI Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru se...
-
HAEMODIALISA 1. PENGERTIAN HAEMODIALISA Haemodialisa adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Haemodi...
Blog Archive
Jumat, 06 Februari 2015
KELAINAN, TEKNOLOGI, DAN GAYA HIDUP SEHAT PADA SISTEM IMUNITAS
A. KELAINAN PADA SISTEM IMUNITAS MANUSIA
Kelainan dan
penyakit yang menyerang sistem imunitas dapat disebabkan oleh banyak hal.
Misalnya virus, bakteri, jamur. Beberapa kelainan pada sistem imunitas antara
lain sebagai berikut:
1.
Autoimunitas
Respon imun terlalu aktif
menyebabkan disfungsi imun yang disebut autoimunitas. Sistem imun gagal untuk memusnahkan
dengan tepat antara diri sendiri dan bukan diri sendiri, dan menyerang bagian
dari tubuh. Dibawah keadaan sekitar yang normal, banyak sel T dan antibodi
bereaksi dengan peptid sendiri. Satu fungsi sel (terletak di thymus dan sumsum
tulang) adalah untuk memunculkan limfosit muda dengan antigen sendiri yang
diproduksi pada tubuh dan untuk membunuh sel tersebut yang dianggap antigen
sendiri, mencegah autoimunitas.
2.
Hipersensitivitas
Hipersensitivitas adalah respon imun
yang berlebihan yang dapat merusak jaringan tubuh sendiri. Mereka terbagi
menjadi empat kelas (tipe I – IV) berdasarkan mekanisme yang ikut serta dan
lama waktu reaksi hipersensitif. Tipe I hipersensitivitas sebagai reaksi segera
atau anafilaksis sering berhubungan dengan alergi. Gejala dapat bervariasi dari
ketidaknyamanan sampai kematian. Hipersensitivitas tipe I ditengahi oleh IgE
yang dikeluarkan dari mastosit dan basofil. Hipersensitivitas tipe II muncul
ketika antibodi melilit pada antigen sel pasien, menandai mereka untuk penghancuran.
Hal ini juga disebut hipersensitivitas sitotoksik, dan ditengahi oleh antibodi
IgG dan IgM. Kompleks imun (kesatuan antigen, protein komplemen dan antibodi
IgG dan IgM) ada pada berbagai jaringan yang menjalankan reaksi
hipersensitivitas tipe III. Hipersensitivitas tipe IV (juga diketahui sebagai
selular) biasanya membutuhkan waktu antara dua dan tiga hari untuk berkembang.
Reaksi tipe IV ikut serta dalam berbagai autoimun dan penyakit infeksi, tetapi
juga dalam ikut serta dalam contact dermatitis. Reaksi tersebut
ditengahi oleh sel T, monosit dan makrofaga.
3.
Penolakan
Transplantasi
System kekebalan mengenali dan
menyerang apapun yang secara normal berbeda dari unsur yang ada di dalam tubuh
seseorang, bahkan unsur yang hanya sedikit berbeda, seperti organ dan jaringan
yang dicangkokkan. Penolakan transplantasi dapat dibagi menjadi tiga kategori,
yaitu penolakan hiperakut, akut, dan kronis.
4.
AIDS
Suatu penyebab infeksi yang
menurunkan kekebalan secara fatal adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus
tersebut menyebabkan kasus AIDS dengan menginfeksi dan secara cepat
menghancurkan sel-sel T penolong. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)
adalah suatu sindrom menurunnya system kekebalan tubuh. AIDS termasuk penyakit
menular seksual (PMS).
5.
Myasthenia
Gravis
Myasthenia
gravis, yaitu antibodi menyerang otot
lurik. Hal ini menyebabkan degradasi otot, dan berkurangnya kemampuan otot
untuk menangkap asetilkolin, zat yang dilepaskan oleh saraf yang memicu
kontraksi otot. Contohnya jika terjadi pada mata, pandangan atau posisi mata
menjadi tidak simetri.
6.
Lupus Erythematosus
Lupus
erythematosus, yaitu
antibodi menyerang sel-sel tubuh yang lain (secara umum) sebagai sel asing.
Penyakit ini sangat sulit dikenali karena gejalanya sangat umum. Ketika kondisi
lingkungan berubah dan kondisi tubuh melemah, maka serangan antibodi meningkat.
7.
Addison’s Disiase
Addison’s
disease, yaitu antibodi menyerang kelenjar
adrenalin. Pertama kali ditemukan seorang dokter Inggris bernama Thomas
Addison, tahun 1855. Penyakit ini bisa disebabkan karena infeksi pada kelenjar
adrenalin. Namun ditemukan juga sebab yang lain, yaitu antibodi menyerang
sel-sel yang menghasilkan hormon adrenalin. Akibat yang ditimbulkan di
antaranya mudah merasa lelah, kehilangan berat badan, tekanan, darah rendah,
kadar gula darah yang rendah, rasa perasaan tertekan, dan peningkatan
pigmentasi kulit.
8.
Multiple Sclerosis
Multiple
sclerosis, yaitu
antibodi menyerang jaringan saraf di otak dan tulang belakang. Bagian saraf
yang diserang adalah seludang mielin, yang melapisi sel saraf dan berperan
dalam menghantarkan informasi. Kerusakan mielin ini menyebabkan berbagai
gejala, dari mulai gangguan penglihatan, stres, pusing, dan lain-lain.
9.
Diabetes Mellitus
Diabetes
mellitus, yaitu type I (Insulin-dependent
Diabetes Mellitus). Antibodi menyerang sel-sel beta di dalam pankreas yang
memproduksi hormon insulin. Akibatnya, kadar gula darah tinggi. Gejala yang
timbul sangat mirip dengan kasus diabetes Belum diketahui cara atau obat yang
dapat menyembuhkan kelainankelainan tersebut. Hingga saat ini pengobatan yang
dapat dilakukan adalah dengan mengurangi kadar gamma globulin dalam darah.
Gamma globulin adalah bagian dari darah yang mengandung antibodi.
B. TEKNOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM IMUNITAS
Ada beberapa teknologi yang berhubungan dengan sisitem imunitas . Teknologi
itu antara lain:
1.
Vaksin
Kekebalan buatan adalah suatu bentuk kekebalan tubuh
yang sengaja dibuat atau ditumbuhkan melalui pemberian vaksin. Vaksin adalah
bibit penyakit (kuman/antigen) yang telah dilemahkan. Proses pemberian vaksin
dalam tubuh disebut vaksinasi. Contohnya jika menginginkan tubuh memproduksi
antibodi tetanus, maka seseorang disuntik bakteri tetanus yang telah
dilemahkan. Vaksin tetanus yang masuk tersebut akan dianggap tubuh sebagai
antigen sehingga tubuh akan memproduksi antibodi. Akibatnya tubuh menjadi kebal
terhadap tetanus jika suatu saat penyakit tersebut menyerang. Kekebalan yang
dibuat oleh tubuh dengan pemberian vaksin ini dinamakan kekebalan buatan dan
termasuk kekebalan aktifkarena tubuh membentuk antibodi sendiri.
2. Serum
Serum adalah plasma darah yang telah mengandung
antibodi untuk melawan antigen tertentu. Pembuatan serum dilakukan dengan
menyuntik kuda atau kelinci dengan vaksin tertentu. Setelah tubuh kelinci atau
kuda membentuk antibodi, kemudian plasma darah yang mengandung antibodi
diisolasi. Umumnya pemberian serum dilakukan untuk pengobatan dan bukan
pencegahan. Misalnya seseorang yang digigit ular berbisa ditolong dengan
menyuntikkan serum anti bisa ular. Pemberian serum seperti ini disebut dengan
kekebalan pasif karena tubuh tidak membentuk antibodi sendiri.
C. GAYA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT PADA
SISTEM IMUNITAS
Banyak yang
dapat kita lakukan untuk hidup secara sehat supaya dapat terhindar dari berbagai
macam penyakit pada sistem imunitas . Gaya hidup sehat yang dapat kita lakukan
diantaranya:
1.
Minum
jus sayuran
Seseorang
dapat kehilangan nafsu makannya ketika sedang sakit, sehingga dirinya
memerlukan pendongkrak nafsu makan agar tubuh kembali mendapatkan nutrisi
penting dari makanan. Minum jus sayuran dapat meningkatkan nafsu makan dan
mempromosikan penyerapan nutrisi makanan dengan lebih sempurna.
Tubuh yang
telah mendapatkan asupan nutrisi, dapat membangun kembali sistem imun yang
rusak karena sakit. Sehingga Anda akan cepat pulih dari sakit dan sistem
imunitas tubuh dapat kembali memberikan perlindungan terhadap serangan virus
dan bakteri penyakit.
2.
Diet
makanan sehat
Anda perlu
mengonsumsi makanan yang lebih sehat selama masa penyembuhan dari sakit,
seperti memperbanyak makan sayuran organik, tidak makan makanan olahan, dan
menghindari gula atau pemanis buatan.
Sistem
imun yang masih lemah, belum mampu menangkis efek buruk dari makanan olahan dan
makanan manis. Sehingga memperbaiki diet dapat membantu memulihkan kembali
sistem imunitas tubuh.
3.
Menambah
asupan magnesium
Sekitar
lebih dari 300 fungsi metabolisme tubuh memerlukan magnesium agar dapat bekerja
dengan baik. Tetapi sebagian besar orang kekurangan magnesium, hingga sistem
imun mendapatkan beban yang lebih besar dalam menjaga metabolisme tubuh dari
serangan penyakit.
Oleh
karena itu, Anda perlu menambah asupan magnesium melalui diet makanan seperti
sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Magnesium ini juga
terlibat dalam kemampuan tubuh menyerap vitamin C dan D yang sangat penting.
4.
Probiotik
Meskipun
banyak suplemen probiotik yang baik untuk Anda, beberapa ahli kesehatan
menyarankan untuk tidak terus-menerus bergantung pada probiotik. Probiotik
harus digunakan selama atau setelah masa penggunaan antibiotik saja.
Para ahli
memperkirakan bahwa bakteri probiotik terlibat hingga 60 sampai 80 persen dari
total sistem kekebalan tubuh. Anda juga dapat mengonsumsi probiotik dalam
jumlah yang normal sehari-hari untuk membantu kelancaran pencernaan.
5.
Bawang
putih
Cobalah
untuk makan bawang putih mentah yang dicampur dengan madu atau menambahkannya ke
dalam makanan. Bawang putih telah dikenal selama berabad-abad sebagai
antibiotik alami yang mampu memulihkan kembali sistem kekebalan tubuh Anda.
6.
Menjaga
kesehatan hati
Hati
adalah organ tubuh yang paling penting untuk detoksifikasi atau menawarkan
racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Jaga kesehatan hati dengan
menghindari obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen Tylenol dan
menghindari konsumsi alkohol dan pemanis buatan.
7. Membersihkan kelenjar getah bening
Kelenjar
getah bening harus dibersihkan dari tumpukan racun agar kondisi kesehatan Anda
segera pulih kembali. Cara yang tepat untuk membersihkan kelenjar getah bening
adalah dengan memompa racun keluar dari kelenjar getah bening, yang dapat
dilakukan dengan cara berolahraga seperti berjalan, berlari, atau loncat-loncat
ringan.
REFRENSI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Salah satu merk produk komersial yang membantu perbaikan sistem imun adalah Stimuno untuk balita/anak dan forte untuk dewasa. Sebagai imunomudulator, stimuno memiliki Kontraindikasi, yakni stimuno jangan (tidak boleh) diminum oleh wanita hamil, ibu menyusui, pasien dengan hipersensitivitas terhadap tanaman meniran (Phyllanthus niruri) dan pasien yang menderita penyakit autoimun.
Posting Komentar